Kamis, 05 Mei 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

 



“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert
3.1.a Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
3.1.a.9. Koneksi Antarmateri
  • Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Patrap Triloka yang berbunyi Ing Ngarsa Sung tuladha, ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani mengandung makna menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan, seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat, dan seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Filosofi tersebut sangat sesuai dengan peran seorang pemimpin pembelajaran salah satunya untuk mengambil keputusan. Untuk menjadi seorang pengambil keputusan yang baik, seorang pemimpin harus mampu menempatkan diri seperti yang tercermin dalam Patrap Triloka.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Sesungguhnya nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita merupakan bagian dari nilai-nilai yang dirumuskan dalam kebajikan universal. Sehubungan dengan pengaruhnya terhadap prinsip-prinsip dalam pengambilan keputusan, prinsip yang telah tertanam dalam diri kita akan menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan. Keputusan yang kita ambil secara subyektif seringkali memiliki kecenderungan untuk menjadikan nilai dari diri sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.

  • Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Materi tentang pengambilan keputusan memiliki kaitan yang erat dengan kegiatan kucing melalui bimbingan kegiatan kucing kita dilatih untuk mengambil keputusan secara mandiri dengan  melakukan langkah-langkah pengambilan keputusan melalui prosedur yang sistematis, yaitu:

1.      Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

2.      Menentukan siapa saja yang terlibat

3.      Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan

4.      Pengujian benar atau salah yang didalamnya terdapat uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, uji keputusan panutan/idola

5.      Pengujian paradigma benar lawan benar

6.      Prinsip Pengambilan Keputusan

7.      Investigasi Opsi Trilemma

8.      Buat Keputusan

9.      Tinjau lagi keputusan Anda dan refleksikan

Tentu saja pengambilan keputusan dengan melalui sembilan langkah ini merupakan hal yang efektif karena diadakan pengujian terlebih dahulu agar keputusan yang dicapai dalam coaching akan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh couchee.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Seorang guru yang mampu memahami, menghayati, dan mampu mengelola emosi  akan dapat merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain sehingga akan tercipta hubungan yang positif, dengan begitu seorang guru dapat membuat  keputusan yang bertanggung jawab terkait dengan perannya sebagai pemimpin pembelajaran.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Mengingat Nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil keputusan yang mengandung unsur Dilema etika antara lain adalah melakukan demi kebaikan orang banyak, menjunjung tinggi prinsip-prinsip atau nilai-nilai dalam diri sendiri, dan melakukan apa yang kita harapkan orang lain akan lakukan kepada diri kita. Pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral atau etika   akan tetap berprinsip pada kebajikan universal.   Nilai-nilai yang tertanam di dalam diri akan membawa pengaruh terhadap studi kasus pada masalah moral atau etika yang sedang dibahas. Seorang pendidik akan membahas sebuah studi kasus dengan sudut pandang yang disesuaikan dengan nilai kebajikan yang telah tertanam dalam dirinya.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Seorang guru diharapkan mampu mengambil keputusan berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran, mampu menyadari dan menggunakan prinsip moral dalam melakukan pengambilan keputusan. Sebuah keputusan yang diambil dengan tepat akan menentukan langkah selanjutnya yang akan dilakukan. Setiap keputusan  yang diambil oleh seorang guru harus mempertimbangkan faktor konsekuensi dan resiko yang akan diterima nantinya.  Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengambil suatu keputusan yang efektif secara langsung atau tidak langsung bisa menentukan arah dan tujuan  pendidikan. Peran guru dalam memimpin pembelajaran dan menjadi penuntun bagi siswanya akan tercermin dalam keputusan tepat yang diambil yang akan menjamin peserta didik mendapatkan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

  • Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan-kesulitan saya untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus Dilema etika  sesungguhnya justru berasal dari diri saya sendiri yang selalu merasa canggung untuk mengambil keputusan yang bertentangan dengan lingkungan terkait dengan paradigma dalam dilema etika.  Perasaan belum siap untuk melawan arus dalam sebuah lingkungan  menjadi tantangan serius  dalam mengambil keputusan.  Secara pribadi saya masih perlu mengasah diri secara intensif agar dapat mengidentifikasi secara benar dan mengambil langkah nyata untuk mengambil keputusan terbaik berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal.

  • Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Berkaitan dengan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran,  keputusan yang kita ambil harus menjamin bahwa keputusan-keputusan tersebut akan dapat  memberikan kemerdekaan belajar bagi peserta didik.   Dengan menentukan keputusan yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif, kondusif, aman dan nyaman, hal tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung terciptanya wellbeing bagi siswa yang artinya merupakan perwujudan dari upaya untuk memerdekakan murid.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Apabila pengambilan keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran dapat menjamin upaya untuk memerdekakan murid, maka itu akan sesuai dengan filosofi ki hajar dewantara yaitu untuk memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain keputusan diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya.

  • Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan yang dapat saya tarik dari pembelajaran materi ini adalah bahwa  pengambilan keputusan yang baik dengan berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal yang diambil secara sistematis menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan akan dapat menciptakan situasi yang kondusif aman dan nyaman. Dalam pengajaran hal tersebut akan membawa dampak bagi masa depan murid sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.  Selain untuk mengambil keputusan bagi permasalahan dilema etika pada diri pribadi, CGP dapat membantu rekan sejawat maupun peserta didik untuk menentukan keputusan ketika mengalami dilema etika melalui kegiatan couching.





Kamis, 17 Februari 2022