Rabu, 18 Mei 2022
Kamis, 05 Mei 2022
3.1.a.9. Koneksi Antarmateri
- Bagaimana
pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki
pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang
pemimpin pembelajaran diambil?
Patrap Triloka adalah sebuah
konsep pendidikan yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Patrap Triloka yang
berbunyi Ing Ngarsa Sung tuladha, ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani
mengandung makna menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan,
seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah
semangat, dan seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari
belakang. Filosofi tersebut sangat sesuai dengan peran seorang pemimpin
pembelajaran salah satunya untuk mengambil keputusan. Untuk menjadi seorang
pengambil keputusan yang baik, seorang pemimpin harus mampu menempatkan diri
seperti yang tercermin dalam Patrap Triloka.
- Bagaimana
nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada
prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Sesungguhnya nilai-nilai yang
tertanam dalam diri kita merupakan bagian dari nilai-nilai yang dirumuskan
dalam kebajikan universal. Sehubungan dengan pengaruhnya terhadap
prinsip-prinsip dalam pengambilan keputusan, prinsip yang telah tertanam dalam
diri kita akan menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan. Keputusan yang
kita ambil secara subyektif seringkali memiliki kecenderungan untuk menjadikan
nilai dari diri sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.
- Bagaimana
kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan
berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping
atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam
pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan
keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam
diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa
dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.
Materi tentang
pengambilan keputusan memiliki kaitan yang erat dengan kegiatan kucing melalui
bimbingan kegiatan kucing kita dilatih untuk mengambil keputusan secara mandiri
dengan melakukan langkah-langkah
pengambilan keputusan melalui prosedur yang sistematis, yaitu:
1. Mengenali nilai-nilai yang saling
bertentangan
2. Menentukan siapa saja yang terlibat
3. Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan
4. Pengujian benar atau salah yang
didalamnya terdapat uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan
koran, uji keputusan panutan/idola
5. Pengujian paradigma benar lawan benar
6. Prinsip Pengambilan Keputusan
7. Investigasi Opsi Trilemma
8. Buat Keputusan
9. Tinjau lagi keputusan Anda dan
refleksikan
Tentu saja pengambilan
keputusan dengan melalui sembilan langkah ini merupakan hal yang efektif karena
diadakan pengujian terlebih dahulu agar keputusan yang dicapai dalam coaching
akan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh couchee.
- Bagaimana
kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan
berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?
Seorang guru yang mampu
memahami, menghayati, dan mampu mengelola emosi
akan dapat merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain sehingga
akan tercipta hubungan yang positif, dengan begitu seorang guru dapat
membuat keputusan yang bertanggung jawab
terkait dengan perannya sebagai pemimpin pembelajaran.
- Bagaimana
pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali
kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
Mengingat Nilai-nilai atau
prinsip-prinsip yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil keputusan
yang mengandung unsur Dilema etika antara lain adalah melakukan demi kebaikan
orang banyak, menjunjung tinggi prinsip-prinsip atau nilai-nilai dalam diri
sendiri, dan melakukan apa yang kita harapkan orang lain akan lakukan kepada
diri kita. Pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral atau
etika akan tetap berprinsip pada
kebajikan universal. Nilai-nilai yang
tertanam di dalam diri akan membawa pengaruh terhadap studi kasus pada masalah
moral atau etika yang sedang dibahas. Seorang pendidik akan membahas sebuah
studi kasus dengan sudut pandang yang disesuaikan dengan nilai kebajikan yang
telah tertanam dalam dirinya.
- Bagaimana
pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya
lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Seorang guru diharapkan mampu
mengambil keputusan berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran, mampu menyadari
dan menggunakan prinsip moral dalam melakukan pengambilan keputusan. Sebuah
keputusan yang diambil dengan tepat akan menentukan langkah selanjutnya yang
akan dilakukan. Setiap keputusan yang
diambil oleh seorang guru harus mempertimbangkan faktor konsekuensi dan resiko
yang akan diterima nantinya.
Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengambil suatu keputusan yang
efektif secara langsung atau tidak langsung bisa menentukan arah dan tujuan pendidikan. Peran guru dalam memimpin
pembelajaran dan menjadi penuntun bagi siswanya akan tercermin dalam keputusan
tepat yang diambil yang akan menjamin peserta didik mendapatkan lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan nyaman.
- Selanjutnya,
apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan
untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika
ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Kesulitan-kesulitan saya untuk
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus Dilema etika sesungguhnya justru berasal dari diri saya
sendiri yang selalu merasa canggung untuk mengambil keputusan yang bertentangan
dengan lingkungan terkait dengan paradigma dalam dilema etika. Perasaan belum siap untuk melawan arus dalam
sebuah lingkungan menjadi tantangan
serius dalam mengambil keputusan. Secara pribadi saya masih perlu mengasah diri
secara intensif agar dapat mengidentifikasi secara benar dan mengambil langkah
nyata untuk mengambil keputusan terbaik berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan
universal.
- Dan pada
akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan
pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?
Berkaitan dengan peran guru
sebagai pemimpin pembelajaran, keputusan
yang kita ambil harus menjamin bahwa keputusan-keputusan tersebut akan
dapat memberikan kemerdekaan belajar
bagi peserta didik. Dengan menentukan
keputusan yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif, kondusif,
aman dan nyaman, hal tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung
terciptanya wellbeing bagi siswa yang artinya merupakan perwujudan dari upaya
untuk memerdekakan murid.
- Bagaimana
seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi
kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Apabila pengambilan keputusan
yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran dapat menjamin upaya untuk
memerdekakan murid, maka itu akan sesuai dengan filosofi ki hajar dewantara
yaitu untuk memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang
dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota
masyarakat. Dengan kata lain keputusan diambil oleh seorang pemimpin
pembelajaran dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya.
- Apakah
kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini
dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan yang
dapat saya tarik dari pembelajaran materi ini adalah bahwa pengambilan keputusan yang baik dengan
berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal yang diambil secara sistematis
menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan akan dapat menciptakan situasi yang
kondusif aman dan nyaman. Dalam pengajaran hal tersebut akan membawa dampak
bagi masa depan murid sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu memberi tuntunan
(menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Selain untuk mengambil keputusan bagi
permasalahan dilema etika pada diri pribadi, CGP dapat membantu rekan sejawat
maupun peserta didik untuk menentukan keputusan ketika mengalami dilema etika
melalui kegiatan couching.
.jpg)